Bayiku 11 bulan

Ada perubahan di anakku…
Ketika bertemu dengan bayi yang seusianya atau dibawahnya, selalu ingin memegang mulai dari pipi, mata, rambut bahkan bajunya hingga kadang ada yang menangis bahkan tak jarang berebut mainan.

Ketika ditinggal sedikit saja, nangis kenceng sehingga harus bergantian dengan abinya untuk menjaga dan mengajaknya main.

Ketika disuapi makan, mulutnya rapat tapi tangannya berusaha meraih piring didepan untuk ditumpahkan.

Ketika azan mulai terdengar dan diajak sholat, dia sudah paham bahkan ketika umik bilang ingin wudhu diperhatikan sambil tersenyum. Ketika sudah mulai sholat, dia diam dan merambat mendekati untuk sekedar dipangku atau digendong.

Setiap diajak naik motor selalu minta berdiri dan melambaikan tangan pada abi yang lagi nyetir didepan.

Setelah ku menemukan artikel tentang perkembangan bayi 11 bulan (www.tipsbayi.com) aku baru mengerti jika bayiku memasuki usia 11 bulan pasti ada perubahan pada dirinya.

Begini penjelasannya…

Perkembangan Bayi 11 Bulan
Berbagi
Bayi pada usia ini sudah mulai “keluar” dari kesendiriannya dan belajar berbaur dengan teman-teman seusianya. Salah satu proses yang akan mulai dipelajari oleh bayi Anda adalah konsep berbagi. Mungkin Anda pernah melihat kejadian yang serupa dengan kejadian berikut…
Bayi Anda sedang bermain bersama bayi lain seusianya. Ketika ia bermain dengan sebuah mainan, ternyata ada bayi lain yang tertarik dengan mainan tersebut. Sejurus kemudian, bayi tadi langsung menghampiri bayi Anda, memegang mainannya dan merebutnya dari tangan buah hati Anda!
Bayi Anda berteriak kesal, lalu memandang ke arah Anda untuk meminta bantuan. Akhirnya orang tua kedua bayi pun turun tangan untuk melerai… “Yuk, kita berbagi…”
Nah, para ahli mengatakan bahwa bayi pada usia ini memang masih memiliki sifat egosentris. Mereka menganggap bahwa dunia “berputar” di sekeliling mereka dan sangatlah sulit bagi mereka untuk melihat berbagai hal dari sudut pandang orang lain. Itulah mengapa bayi pada tahap ini masih sulit untuk berbagi.

Lalu, bagaimana Anda menyikapi keadaan ini? Selain terus memberikan pengertian tentang konsep berbagi kepada si kecil, Anda bisa mengasah pemahamannya melalui kebiasaan bermain bersama anak-anak lain. Pemahaman bayi Anda akan berkembang melalui pengalaman dan interaksi.

Pertama-tama dia akan belajar dengan mengamati keadaan di sekelilingnya. Dia akan memperhatikan bagaimana anak lain bermain dengan mainan tertentu, bagaimana tingkah laku anak-anak lain di sekelilingnya dan semua informasi ini akan diserap olehnya. Untuk mencegah terjadinya ‘keributan’ akibat perebutan mainan, sebaiknya Anda menyediakan beberapa pilihan mainan yang disesuaikan dengan jumlah bayi yang ada.

Berjalan
Setiap orang tua sangat menantikan “langkah pertama” yang dibuat oleh bayinya. Terdapat rentang usia tertentu dimana bayi mulai bisa berjalan. Sebagian bayi ada yang sudah bisa berjalan pada usia 10 bulan, sebagian lagi baru mulai berjalan pada usia 17 bulan…
Jika Anda ingin membelikan sepatu untuk si kecil yang sudah bisa berjalan, maka pastikan Anda membeli sepatu yang bersol lentur, agar ia dapat menjejakkan kakinya dengan baik ketika terpeleset. Namun tetap, sebaiknya bayi Anda dibiarkan sebisa mungkin berjalan tanpa sepatu (sepanjang kondisi dan tempatnya tidak membahayakan), karena dengan begitu proses penguatan telapak kaki, pergelangan, serta otot-otot kakinya akan lebih cepat.

Memilih, Menyusun, Mengelompokkan
Jika Anda memiliki keranjang pakaian, Anda bisa memanfaatkannya untuk menghibur sekaligus mengasah kemampuan si kecil. Pada tahap ini, bayi biasanya sangat tertarik dengan kegiatan memindah-mindahkan benda dan membandingkan bentuk serta ukuran berbagai macam benda. Anda tinggal mendudukkan buah hati Anda di hadapan keranjang pakaian dan kumpulan benda-benda yang aman dimainkannya. Biarkan ia asyik dengannya sambil diawasi dari kejauhan.

Membaca
Walaupun bayi Anda merupakan tipe yang sangat aktif bermain, dia tetap akan sangat senang jika Anda duduk bersamanya dan membacakan buku kepadanya. Si kecil biasanya akan ikut berpartisipasi dengan caranya sendiri – membalikkan halaman, menunjuk gambar tertentu, memasukkan jarinya ke lubang kecil yang ada di buku, atau bahkan mengisap-isap bagian pojok buku…

Jika bayi Anda hanya mampu bertahan beberapa detik untuk berkonsentrasi dan berinteraksi dengan buku, jangan menyerah. Jika kegiatan ini Anda rutinkan, beberapa detik kegiatan membacakan buku tersebut akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan otaknya. Dan memang, untuk bayi seusia ini, sangatlah normal jika ia hanya mampu bertahan dalam hitungan detik. Anda tidak perlu khawatir. Semakin dewasa, rentang waktu ini akan semakin meningkat kok!
Kesabaran Anda membacakan buku kepada bayi Anda dengan penuh kasih sayang akan sangat mempengaruhi perkembangan kognitifnya, termasuk kemampuan berbahasa…

Semoga bermanfaat
Jangan berhenti belajar dan berbagi ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s