buah cintaku kuning, kenapa ya?

Alhamdulillah, perasaan bahagia sangat luar biasa ketika melihat si buah hati berada di gendongan. Wajah polos yang masih merah dengan mata masih terpejam meski sesekali dibuka, dia sangat imut dan lucu. Tapi anehnya, dia lebih banyak tidur dan ketika di sodorkan ASI ogah-ogahan bahkan sering digelitiki biar bangun dan minum ASI. Hal ini berlangsung selama masih di Rumah Sakit, membuat hati sedikit khawatir tetapi dokter yang menangani mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja namun harus tetap dipantau.
Suasana terbalik ketika ku membawanya pulang ke rumah, bayi mungiku minumnya sangat banyak dan berulang-ulang sehingga tiap malam selalu terjaga. Perasaan senang bergelayut di dada tapi yang aneh kebiasaan tidurnya belum juga berubah.
Pagi ini cuaca mendung sehingga aku tidak bisa menghangatkan badannya dengan sinar matahari. Dan bertepatan kebetulan jadwal tes laboratorium untuk mengetahui kadar kuningnya. Dari hasil tes menunjukkan tingkat kuning pada bayiku mencapai 10 sehingga dokter menginstruksikan dia harus dirawat lagi di Rumah Sakit untuk beberapa hari untuk menurunkan kadar kuningnya. Dokter juga mengatakan bahwa kebiasaan bayiku tidur itu disebabkan karena kuning.
Perasaan sedih dan rasa takut langsung menghampiriku…
Tapi aku mecoba tenang dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya dari pengalaman orang lain maupu media.
Inilah yang ku dapatkan…
Ternyata faktor penyebab bayiku kuning adalah bilirubin, yang setiap orang memilikinya dalam sel darah merah. Setiap jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati dan menguraikan sel-selnya diantaranya menjadi bilirubin. Normalnya yang bertugas menguraikan bilirubin tersebut adalah hati, untuk kemudian dibuang lewat BAB. Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang mengambil tugas menguraikan bilirubin dalam sel darah merah bayi. Ketika bayi lahir, perkembangan hatinya belum sempurna sehingga belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya terjadi penumpukan bilirubin yang kemudian menyebabkan timbulnya warna kuning pada kulit bayi.
Sebagian lainnya karena ketidak-cocokan golongan darah ibu dan bayi. Peningkatan kadar bilirubin dapat diakibatkan oleh pembentukan yang berlebih atau adanya gangguan pengeluarannya.
Sampai saat ini bayi kuning (ikterus) masih merupakan masalah pada bayi baru lahir, terjadi sekitara 25% – 50% pada bayi lahir cukup bulan dan lebih tinggi lagi pada bayi lahir kurang bulan.
Kuning pada bayi ada 2 macam:
1. Fisiologis (ringan)
Timbul kuning pada umur >24 jam sampai <14 hari
Kuning tidak sampai telapak tangan / telapak kaki
Penanganannya:
a. bayi dijemur setiap pagi antara jam 7 – 9 pagi selama 30 – satu jam.
b. Tingkatkan frekuensi pemberian ASI, minimal 8 – 12 kali sehari.
2. Patologis (berat)
Timbul kuning pada hari pertama (<24 jam) setelah lahir, atau
Kuning ditemukan pada umur lebih dari 14 hari, atau
Kuning sampai telapak tangan / telapak kaki, atau
Tinja berwarna pucat

Kadar billirubin bayiku 10 mg/dl sebenarnya tidak perlu di khawatirkan karena batas aman untuk bayi kuning bila kadar bilirubinnya tidak lebih dari 12 mg/dl. Jika kadar bilirubin di atas 20 mg/dl, bayi harus ditransfusi tukar agar bilirubin tidak melekat pada otak.

Tetapi selama dua hari di Rumah Sakit penurunan kadar billirubinnya tergolong rendah sehingga dokter terus menempatkan bayiku di bawah lampu fototerapi untuk memecahkan kelebihan pigmen kuningnya.

Bagaimana cara memeriksa sendiri?

Pemeriksaan adanya kuning pada bayi muda dapat dilakukan di rumah. Untuk pemeriksaan gejala kuning di rumah adalah dengan membawa bayi ke dalam ruangan yang memiliki penerangan yang jelas atau dengan lampu fluorescent. Bila kulit bayi tergolong putih, tekanlah jari anda secara perlahan-perlahan ke bagian dahi, dada, telapak tangan dan telapak kaki. Kemudian angkat tangan anda dan perhatikan adakah semburat warna kuning pada bagian tubuh bayi yang ditekan tadi. Bila kulit bayi tergolong hitam, paling jelas bisa diteliti pada gusi atau bagian putih di area mata.

Setelah kejadian pada bayiku, aku mencoba mempelajari bayi yang lain. Kebetulan aku memiliki seorang tetangga yang berat lahir bayinya tidak jauh dari berat lahir bayiku yakni 2,5 kg. Secara kasat mata, ternyata bayi yang lahir dengan berat di bawah 3 kg kebanyakan mengalami kuning. Terapi yang dilakukan ibunya adalah menjemurnya setiap hari.

Kesimpulan yang kudapatkan….

1. Bayi dengan berat badan lahir dibawah 3 kg rawan kuning.
2. Cara yang dilakukan untuk menghilangkan kuning adalah mengoptimalkan pemberian ASI
dan menjemurnya di sinar matahari pagi.

Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran…

Diambil dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s